The Time That Remains (2025)

1 voting, rata-rata 7.0 dari 10
DEWASPORT88 IBOSPORT V2 INDOKASINO IBOSPORT V1

Nonton The Time That Remains (2025) Sub Indo | Streaming di Rebahin

Film The Time That Remains (2025) menjadi salah satu karya sinematik yang paling dinantikan tahun ini berkat gabungan unsur drama emosional dan konsep waktu non-linear.
Disutradarai oleh James Gray, yang dikenal dengan Ad Astra (2019) dan The Lost City of Z (2016), film ini mengangkat tema besar tentang eksistensi manusia, keterikatan emosi, dan pertanyaan universal: berapa banyak waktu yang sebenarnya kita miliki untuk mencintai dan memaafkan?

Dengan pendekatan sinematografi bergaya elegan dan narasi melankolis, The Time That Remains menempatkan waktu bukan sebagai latar, melainkan karakter utama.
Sejak pengumumannya, banyak penonton mencari nonton The Time That Remains sub Indo dan streaming The Time That Remains Rebahin, menandakan ketertarikan besar terhadap film bertema waktu dan kesadaran diri yang digarap secara filosofis.


Tentang The Time That Remains

The Time That Remains (2025) adalah film drama-sains fiksi yang diproduksi oleh Paramount Pictures dan Plan B Entertainment.
Film ini menggali hubungan manusia dengan waktu — bukan sebagai fenomena ilmiah, tetapi sebagai simbol dari kehilangan dan kenangan.

James Gray menulis sendiri naskahnya, terinspirasi dari pertanyaan pribadi tentang bagaimana waktu bisa menjadi musuh dan anugerah sekaligus.
Gaya penyutradaraannya menonjolkan keheningan, ekspresi manusia, serta momen-momen kecil yang terasa besar karena kesadaran akan kefanaan.


Sinopsis The Time That Remains

Cerita mengikuti Dr. Elias Reed (Oscar Isaac), seorang ilmuwan kuantum yang menemukan cara untuk memperlambat persepsi waktu hanya dalam pikirannya sendiri.
Ketika istrinya, Lena (Rebecca Ferguson), menderita penyakit terminal, Elias memutuskan untuk menggunakan penemuannya agar bisa memperpanjang “waktu kebersamaan” di dalam pikirannya, bahkan setelah kematian Lena.

Namun, eksperimen itu membuatnya terjebak antara dua realitas — satu di mana waktu berjalan normal, dan satu lagi di mana setiap detik terasa seperti keabadian.
Dalam dunia yang melambat itu, ia mulai menyadari bahwa perpanjangan waktu tidak sama dengan menghindari kehilangan.

Film ini menampilkan perjalanan batin Elias antara sains dan cinta, di mana batas antara realitas dan kenangan mulai memudar, hingga ia harus memilih: hidup di masa lalu yang abadi, atau melanjutkan hidup di masa kini yang terbatas.


Informasi Produksi

  • Judul: The Time That Remains

  • Tahun Rilis: 2025

  • Negara Asal: Amerika Serikat

  • Bahasa: Inggris

  • Genre: Drama, Fiksi Ilmiah, Romantis

  • Durasi: ± 129 menit

  • Sutradara: James Gray

  • Penulis Naskah: James Gray

  • Produser: Dede Gardner, Jeremy Kleiner, James Gray

  • Studio Produksi: Plan B Entertainment, Paramount Pictures

  • Distributor: Paramount Pictures

  • Tanggal Rilis: 19 September 2025

  • Status Produksi: Pasca-produksi (Post-production)


Karakter dan Pemeran

  • Oscar Isaac sebagai Dr. Elias Reed – Ilmuwan yang terobsesi melawan waktu setelah kehilangan orang yang dicintainya.

  • Rebecca Ferguson sebagai Lena Reed – Istri Elias yang menjadi inti emosional cerita, mewakili cinta yang tak bisa diulang.

  • Andrew Garfield sebagai Daniel Hart – Asisten laboratorium muda yang menjadi saksi kehancuran mental Elias.

  • Naomi Watts sebagai Dr. Eva Lang – Fisikawan yang memperingatkan Elias tentang bahaya manipulasi kesadaran waktu.

  • Ben Whishaw sebagai The Archivist – Entitas misterius yang muncul di dunia “perlambatan waktu” dan menjadi pengingat akan realitas.


Tim Produksi dan Kru

  • Sutradara: James Gray

  • Penulis Naskah: James Gray

  • Produser: Dede Gardner, Jeremy Kleiner, James Gray

  • Sinematografer: Hoyte van Hoytema (Interstellar, Her)

  • Editor: Lee Haugen (Arrival)

  • Penata Musik: Max Richter

  • Desain Produksi: Kevin Thompson (Ad Astra)

Kolaborasi antara James Gray dan Hoyte van Hoytema menghasilkan sinematografi lembut, penuh cahaya alami dan bayangan yang mencerminkan konsep waktu dan kehilangan.
Skor musik dari Max Richter memberi nuansa emosional yang mendalam — menampilkan piano lambat, string halus, dan tempo musik yang “melambat” seiring progres cerita.


Fakta Menarik dan Behind the Scenes

  1. Ide film ini berawal dari esai sains populer tentang teori persepsi waktu, lalu dikembangkan James Gray menjadi kisah emosional tentang kehilangan.

  2. Oscar Isaac melakukan riset intensif tentang mekanisme otak dan waktu subjektif dengan bantuan ahli neurosains di Columbia University.

  3. Rebecca Ferguson menjalani metode akting intens, merekam adegan terminalnya secara kronologis untuk menjaga emosi realistis.

  4. Seluruh efek visual didesain untuk memperlihatkan waktu yang melambat, menggunakan frame rate tinggi dan pencahayaan lembut tanpa CGI berlebihan.

  5. Film ini menampilkan beberapa adegan simbolik — jam pasir terbalik, bayangan matahari yang berhenti bergerak — yang menjadi metafora perjalanan batin tokoh utama.

  6. Max Richter mengadaptasi ulang komposisi lamanya “On the Nature of Daylight” sebagai leitmotif film, memperkuat kesan kehilangan yang mendalam.


Musik dan Soundtrack

Skor karya Max Richter menjadi elemen utama dalam The Time That Remains.
Musiknya berfokus pada harmoni lembut antara piano dan string, menciptakan sensasi “waktu yang berhenti namun tetap berjalan.”
Tema utama berjudul “The Moment That Lasts Forever” menggambarkan perasaan Elias saat menyadari bahwa kenangan bisa hidup lebih lama daripada waktu itu sendiri.

Tidak ada lagu pop komersial; seluruh musik disusun untuk memperkuat suasana introspektif dan spiritual film.


Respons Kritis dan Antisipasi

Dalam pemutaran awal terbatas di Telluride Film Festival 2025, The Time That Remains disebut sebagai “film fiksi ilmiah paling emosional dan manusiawi dekade ini.”
Kritikus memuji penyutradaraan James Gray yang tenang namun dalam, serta akting luar biasa Oscar Isaac yang menggambarkan obsesi dan kehilangan dengan empati tinggi.

Rebecca Ferguson juga menuai pujian karena menghadirkan karakter yang kuat namun lembut, menjadi pusat emosional yang membuat film terasa nyata dan menggetarkan.
Film ini dinilai memiliki kemungkinan besar untuk masuk nominasi Academy Awards di kategori Best Cinematography dan Best Original Score.


Menonton The Time That Remains di Rebahin

Film The Time That Remains (2025) akan tersedia dalam format digital dengan subtitle Indonesia (sub Indo) setelah perilisan teatrikal globalnya.
Melalui streaming The Time That Remains Rebahin, penonton dapat menikmati perpaduan sains, cinta, dan filosofi dalam pengalaman sinematik yang tenang namun mendalam.

Film ini sangat direkomendasikan bagi penggemar drama eksistensial, sci-fi reflektif, dan karya berjiwa emosional, seperti Arrival, Interstellar, atau Her.


Penutup

The Time That Remains (2025) adalah film yang mengajarkan bahwa waktu bukan sekadar detik dan jam — melainkan ruang bagi cinta, kehilangan, dan pengampunan untuk hidup.
Dengan visual megah, musik emosional, dan kisah yang menggugah kesadaran, film ini menempatkan dirinya di antara karya-karya terbaik dalam genre fiksi ilmiah humanistik modern.

Bagi Anda yang mencari pengalaman sinematik penuh makna, nonton The Time That Remains sub Indo melalui streaming The Time That Remains Rebahin akan menjadi perjalanan reflektif yang tak terlupakan.

Oleh:
Diposting pada:
Dilihat:7
Rating:R
Kualitas:
Tahun:
Durasi: 116 Min
Rilis: